21.10.12

3 cerita untuk orang yang sama

*ding...ding..*
lampu LED berpendar, merah
Sebuah balon text tergambar di home BB curve yang ada di tanganku
Entah darimana asalnya, yang jelas aku berkata dalam satu nama

"Semoga kamu.. semoga kamu.."

Entah dari mana asalnya, kini tak ada habisnya.
Bercengkerama berjam-jam itu menyenangkan.
Walau kadang tidak ada lagi bahan omongan.
Hanya saja, setiap harinya, ingin ada kesan yang timbul.
Kesan yang baik.

Apapun itu, karena sebenarnya jarak di sini sudah sangat dekat.
Entah ku anggap sebagai apa.
Jika muncul pertanyaan untukku.
Yang keluar dari sini hanyalah pertanyaan terlontar balik.

"Siapa yang tidak?"

Entah aku anggap seperti apa orang itu.
Semoga anggapanya terhadap ku pun sama hal nya.
Jika ada yang bertanya, Diakah penggantinya?
Sejujurnya, aku tidak tahu.
Sejauh ini, lebih dari setengah jawabanya "iya"

"Tidakkah kau mulai Phobia untuk mengakui ada yang terjalin?"

Sebelum dipastikan, lebih baik tidak mengakui dulu.
Terlalu cepat. Terlalu mengambil hati, nanti sakit sendiri.

Kemudian seseorang menyadarkanku dengan pertanyaan.

Bukankah yang kau ceritakan dalam 3 tulisan adalah orang yang sama?
Orang yang sama dalam 3 ceritamu.
Bukankah itu jumlah yang signifikan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar