17.4.12

Benang peliharaan

Aku sedang di padang rumput sekarang.
Bunga dandelion banyak bermekaran.
Bunga liar lainya juga banyak yang mekar.
Akhir musim semi.

Aku punya tiga pesawat kertas di sakuku.
Biru, Putih dan Hijau.
Ketiganya sama-sama cantik dan menawan.
Warna Biru sudah lama kupunya.
Namun sering hilang terbawa angin.
Namun kini kembali lagi.
Biru ini menyejukkan hati, membuat nyaman.
Ketika hilang, mungkin rasanya lebih panas dari biasanya.
Lebih gelisah.

Warna Putih, kubuat minggu lalu.
Karena minggu lalu Biru menghilang.
Kemudian kubuat Putih sebagai penggantinya.
Putih. Polos.
Ketika bersamanya duniaku seperti anak kecil.
Senang dan riang.
Beberapa hari yang lalu Putih menabrak pohon dan sayapnya patah.
Ia harus istirahat beberapa hari.

Kemudian pesawat kertas Hijau datang entah dari mana asalnya.
Hijau ini agresif. Kesana kemari.
Susah diatur. Mungkin agak sulit untuk berteman dengan si hijau.
Tapi, Ia hanya butuh diberi kesempatan, diperhatikan dan dihargai.
Mungkin sulit tapi kedepanya pasti bisa berjalan dengan baik.

Biru telah kembali. Perjalanan yang sudah ia tempuh entah sudah sampai mana.
Putih sudah mulai belajar terbang lagi. Aku suka semangatnya, meski kadang terlalu memaksakan diri.
Hijau sudah mulai menurut. Meski kadang masih susah diatur.

Suatu saat nanti aku harus memilih salah satu diantara ketiga warna ini.
Ataupun harus punya satu warna untuk ku pelihara.

Sekarang belum waktunya.
Biarkan mereka bersenang-senang selagi waktu masih ada.
Begitu pula dengan benang peliharaan.
Biarkan ia memilih dengan baik.
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar